Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 September 2012
Dampak Negatif Melewatkan Sarapan
01.38
Sarapan merupakan jadwal makan yang tidak boleh di lupakan dan dilewatkan namun hal ini malah diabaikan oleh orang-orang. Alasan bangun terlambat, telat, dan sebagainya.
Jika melewatkan sarapan dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan terus menerus akan membahayakan kesehatan atau meningkatkan risiko terserangnya penyakit jantung. Melewatkan makan pagi atau sarapan akan menimbulkan beberapa efek, antara lain:
1. Meningkatnya Resiko Obesitas
Tidak sarapan dan lebih memilih beraktivitas dengan keadaan perut kosong akan menimbulkan Obesitas
2. Berat Badan Naik
Tidak sarapan akan menimbulkan rasa lapar yang berkepanjangan di siang hari sehingga membuat anda memakan makanan berlemak tinggi sehingga menimbulkan naiknya kadar lemak anda dan berat badan pun naik.
3. Penyakit Jantung
Memilih makan di siang hari membuat anda akan kelaparan sepanjang hari dan memaksa tubuh untuk mengkonsumsi makanan dengan kadar kolesterol yang tinggi sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Ada baiknya konsumsilah makanan ringan seperti keripik-keripik spirulina atau paling tidak sepotong atau dua roti.
4. Tubuh Lemas
Memaksakan diri tidak sarapan dengan beraktivitas full sepanjang hari akan membuat tubuh lemas. Hal ini karena kurangnya bahan bakar energi untuk melakukan pergerakan pada tubuh.
Sekian informasi dari saya semoga bermanfaat dan terima kasih.
Senin, 30 Juli 2012
Cara Paling Efektif Untuk Diet
18.47
Mengurangi makan dan banyak olahraga adalah kegiatan umum untuk menurunkan berta badan. Tapi ada beberapa kebiasan yang sebaiknya dimiliki agar diet berjalan dengan mulus.
Memiliki bentuk tubuh yang ramping dan langsing tidak hanya menurunkan risiko terkena penyakit tapi juga membuat seseorang lebih percaya diri. Namun perlu usaha yang cukup sulit untuk mendapatkannya.
Kunci diet yang sukses bukan tergantung dari banyaknya obat yang anda konsumsi, sekalipun anda sering mengkonsumsi spirulina. Kuncinya adalah memberikan batas kesejangan antara apa yang ingin dilakukan dengan hal-hal yang benar-benar harus dilakukan. Jika keinginan tersebut sudah ada maka seseorang perlu rencana yang baik.
Berikut ini beberapa kebiasaan yang harus dimiliki seseorang agar diet yang dijalankan sukses :
1. Jadilah orang yang spesifik
Ketika seseorang spesifik dengan tujuan yang ingin dicapai maka ia akan membuat perbedaan yang jelas, dengan begitu ia akan memiliki rencana yang lebih baik serta memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses.
2.Buatlah rencana makan yang ok
Salah satu masalah yang dihadapi adalah tidak tahan dengan godaan yang muncul secara tidak terduga seperti es krim, makanan yang mengunggah selera. Untuk itu diperlukan rencana makan yang tepat, misalnya jika ia tergoda makanan tertentu maka ia tahu apa yang harus dikonsumsinya seperti menyiapkan buah tertentu di tas atau yogurt.
3.Jadilah orang yang optimis realistis
Seseorang harus realistis bahwa menurunkan badan bukanlah masalah yang mudah, tapi sebaiknya senantiasa jadi orang yang optimis sehingga ia akan tetap bertahan meski keadaan sedang sulit dan mampu menghadapi tantangan.
4.Memiliki tekad yang kuat
Tekad yang kuat akan membantu seseorang lebih tahan untuk berjuan mencapai tujuan berat badan yang diinginkannya, selain itu memudahkan ia untuk mengendalikan diri terhadap godaan yang muncul.
Sekedar info, pada faktanya jika anda melakukan seks anda bisa mendapatkan keuntungan seks yang bisa membantu kesehatan anda. anda bisa menurunkan berat badan. Terima kasih telah membaca artikel saya. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
Label:
diet,
gemuk,
gula,
kegemukan,
kesehatan,
makan,
makanan,
manfaat spirulina,
multi vitamin,
obesitas,
sehat,
spirulina,
vitamin
0
komentar
Rabu, 25 Juli 2012
Gambar-Gambar Kocak Obesitas VS Kurang Gizi
01.05
Namun perkembangan keuangan yang pesat dan meningkatnya standar hidup sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara yang mengalami perubahan nutrisi, dimana isu gizi ini tidak sekedar mencakup masalah kekurangan nutrisi pada anak tetapi juga obesitas anak.
"Pada negara-negara yang mengalami transisi nutrisi, kekurangan gizi dan nutrisi seperti zat besi, vitamin A dan zinc pada anak, terjadi bersamaan dengan kasus obesitas dan penyakit nutrisi kronis lainnya. Kami menamakan kondisi ini sebagai double burden," jelas Prof Ricardo Uauy, MD, PhD, profesor di bidang nutrisi dan kesehatan umum dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Universitas London, dalam acara konferensi pers 'Komitmen Bersama Institusi Kesehatan dan Pelaku Industri dalam Mengatasi Penyakit Degeneratif dan Double Burden di Indonesia' di Hotel Shangril-La, Jakarta.
Menurut Prof Ricardo, adanya perubahan pada pola makanan dan aktivitas fisik masyarakat menjadi penyebab utama kasus-kasus ini. Selama lebih dari 20 tahun terakhir, pola hidup di negara negara yang mengalami transisi nutrisi banyak dipengaruhi oleh globalisasi
Berbagai faktor seperti urbanisasi, perbaikan sanitasi, pengaruh berbagai kebijakan di bidang pertanian, kemudahan akses pada teknologi dan pengaruh pesatnya informasi dari televisi dan media massa juga turut memberikan perubahan yang signifikan pada sistem makanan dan pola konsumsi keluarga Indonesia.
"Indonesia kan negara agraris, petani ambil makanan dari ternak dan kebun sendiri. Kalau paceklik ya akibatnya gizi kurang dan lain-lain. Dengan adanya industrialisasi, orang desa pada pindah ke kota. Banyak kerjaan membuat banyak orang menjadi sibuk dan tidak sempat masak sendiri. Akhirnya beli makanan di luar, nah yang banyak dijual kan makanan western yang tinggi energi (kalori) tapi rendah gizi, jadilah obesitas," jelas DR dr Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A (K), Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).
Kurang gizi dan obesitas sama-sama menjadi masalah yang besar bagi Indonesia. Bagaimana tidak, anak-anak yang kini mengalami kurang gizi atau obesitas kelak akan menjadi penerus bangsa.
Malnutirisi pad anak dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu, tubuh pendek atau kurangnya kemampuan otak. Sedangkan obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko anak menderita diabetes, hipertensi, kolestrol yang tinggi, penyakit jantung dan stroke lebih dini.
"Negara menjadi tidak produktif bila masyarakatnya mati muda atau menjadi tidak produktif di usia muda," jelas Prof Ricardo.
Karena itu sekarang sudah banyak nutrisi dan multi vitamin yang beredar di pasaran yang di percaya dapat membantu memantain berat badan tubuh agar tidak ke gemukan atau pun terlalu kurus. Salah satu contoh dari multi vitaminnya adalah multi vitamin dari bahan spirulina.
Baca juga artikel lainnya di :
Label:
berat badan,
gizi,
gula,
kecil,
kesehatan,
kurang gizi,
makanan,
manfaat spirulina,
multi vitamin,
obesitas,
penyakit,
sehat,
spirulina,
vitamin
2
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)





