Rss

Senin, 22 Desember 2014

Lezatnya Tiramisu, Kue Khas Italia Yang Melegenda


Banyak kue terkenal yang ada di dunia saat ini. Denagn keanekaragamannya kue menjadi salah satu kudapan khas yang sangat digemari semua orang baik tua maupun muda.

Di Indonesia sendiri kue bukan saja sebuah hidangan namun juga sebuah lambang keanekaragaman mulai dari budaya, tradisi dan adat istiadat. Salah satu kue yang lekat dengan negara Indonesia adalah Nastar.

Sejatinya Nastar adalah kue khas Belanda namun dengan sedikit renovasi dan cara penyajian yang berbeda Nastar khas Belanda mampu dirubah di sesuaikan dengan selera serta lidah orang Indonesia.


Nastar khas Tanah Air memiliki tekstur yang lebih kering dengan isian padat yang beraneka ragam mulai dari Nanas, Coklat hingga buah-buahan lainnya.

Dalam penyajiannya, Nastar tidak hanya sebagai cemilan saja namun juga sering disajikan dalam beragam acara salah satunya adalah Idul Fitri. Saat Lebaran, masyarakat Indonesia selalu menyajikan Aneka Kue Kering seperti Nastar sebagai sajian di meja makan.

Jika di Indonesia memiliki Nastar yang melegenda, maka berbeda jauh dengan Eropa dimana di Benua Biru ini kue memiliki banyak varian dan kekayaan tersendiri.

Bahkan, jika dilihat dari sejarahnya tidak sedikit negara di Eropa yang menjadi tempat pertama di temukannya beragam kue yang sudah terkenal di dunia seperti Black Forest yang ternyata pertama kali diciptakan di negara Jerman.

Italia sebagai salah satu negara terkenal di Eropa juga memiliki salah satu kue yang tidak asing lagi di telinga kita, yaitu Tiramisu. Kue nikmat dengan rasanya yang khas ini ternyata adalah Kue khas Italia dengan taburan bubuk kakao di atasnya.

Kue ini merupakan hidangan penutup yang dimakan dengan sendok, sehingga digolongkan ke dalam hidangan "al cucchiaio" yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai sebuah sajian yang harus di makan dengan sendok.

Berbeda dengan kue lainnya, Tiramisu tidaklah dibuat dari adonan dan juga tidak di panggang. Bahan dasar dari kue ini adalah Biskuit yang sudah direndam ke dalam larutan kopi dan keju mascarpone. Biskuit disusun dan dilapisi dengan krim kocok sebelum didinginkan di dalam lemari es supaya bentuk kue tidak hancur sewaktu dihidangkan.

Asal-usul dan pencipta tiramisu sering menjadi bahan perdebatan, namun beberapa pakar kuliner memperkirakan bahwa Tiramisu sebagai kue penemuan yang tergolong baru berbeda dengan Black Forest yang sudah ada sejak berabad-abad silam.

Tiramisu tidak disebut-sebut dalam literatur kuliner hingga tahun 1983. Dalam buku La marca gastronomica terbitan tahun 1998, Fernando dan Tina Raris menulis bahwa tiramisu adalah kue penemuan baru.

Walaupun demikian, keduanya menyebut bahwa resep tiramisu mirip dengan resep kue hidangan penutup yang dimuat di buku masak Yunani. Selain itu, Fernando dan Tina Raris mengutip artikel yang menyebut tiramisu diciptakan di kota Treviso pada tahun 1971.

Berbagai literatur kuliner, termasuk majalah kuliner Vin Veneto terbitan tahun 1981, Giuseppe Maffioli dan Annibale Toffolo menyebut ahli kue Roberto Linguanotto (Loly Linguanotto) dari rumah makan "Le Beccherie" di Treviso sebagai pencipta tiramisu.

Kisah lainnya juga mengatakan bahwa kue yang sering dijadikan salah satu rasa dari aneka kue kering lezat di Clairmont ini berasal dari kota Siena, yaitu kota di pinggiran Italia.

Sejumlah ahli kue mengatakan bahwa kue tiramisu dibuat sebagai penghormatan bagi Cosimo III yang datang mengunjungi kota Siena pada dekade yang lalu.

Memang hingga saat ini kue Tiramisu belum memiliki sejarah yang tepat karena begitu banyaknya versi sejarah yang dikemukakan oleh banyak ahli. Namun, dibalik perdebatan tersebut, Tiramisu menjadi salah satu kue lezat yang sudah tersebar keseluruh dunia termasuk Indonesia. Apakah Anda termasuk yang menyukai kue ini?

0 komentar:

Poskan Komentar