Rss

Rabu, 10 September 2014

Fungsi Software Akuntansi Dalam Laporan Keuangan


Akuntansi merupakan salah satu ilmu yang memiliki peranan sangat besar dalam perusahaan terlebih jika dilihat dari manfaatnya, Akuntansi bisa memberikan informasi keuangan untuk perusahaan serta untuk mengendalikan biaya dikeluarkan.

Setiap laporan yang dihasilkan oleh seorang akuntan dalam perusahaan harus lah akurat dan juga harus sesuai dengan kondisi yang ada tanpa dikurangi atau di lebihkan.

Untuk mempermudah laporan baik laporan neraca hingga laporan laba rugi, kini perusahaan bukan saja harus memiliki seroang akuntan yang handal tetapi juga teknologi yang canggih pula.

Untuk memberikan kecepatan dalam setiap laporan dan Informasi, para akuntan pun membutuhkan software akuntansi untuk memudahkan kinerja nya dalam mengelola laporan keuangan secara profesional.


Selain semakin beragam, software akuntansi juga kini memiliki spesifikasi dan fitur yang beragam sehingga dapat memudahkan seorang akuntan dalam merangkai laporannya sebaik mungkin.

Berikut beberapa fungsi software akuntansi dalam laporan keuangan perusahaan yang perlu Anda ketahui.

1.  Fungsi Neraca Keuangan

Neraca merupakan suatu laporan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi tertentu yang menunjukkan posisi keuangan pada akhir periode tersebut.

Neraca Keuangan umumnya terdiri dari tiga bagian yaitu aset, liabilitas, dan juga ekuitas. Untuk mempermudah setiap laporannya maka software akuntansi pun bisa digunakan khususnya untuk menyediakan informasi secara mendalam  dengan menampilkan detail debit dan kredit perusahaan.

2. Fungsi Penjualan

Fungsi Penjualan merupakan salah satu jenis laporan yang sangat penting karena bukan saja menampilkan detail produk secara mendalam, fungsi penjualan juga dapat menampilkan detail laporan lainnya mulai dari pajak hingga pembatalan penjualan.

Umumnya dalam software akuntansi fungsi penjualan berbentuk Point of Sale yang terdapat dalam sistem komputer kasir. Dengan adanya software ini maka, akuntan pun bisa dengan mudah membuat semua laporan dengan maksimal dan akurat.

3. Fungsi Pembelian

Proses pembelian/purchasing merupakan proses pencarian sumber dan bahan produksi untuk membantu kegiatan produksi dalam bisnis di perusahaan tersebut.

Dengan kehadiran software akuntansi, proses laporan pembelian ini bisa berjalan dengan baik dimana Software ini umumnya bisa meyediakan fungsi untuk mengatur format purchase order serta memudahkan laporan pembelian yang akan dilakukan oleh akuntan.

4. Fungsi Stock Opname

Ketika akhir suatu periode, stock opname selalu dilakukan oleh banyak perusahaan dimana kegiatan ini bertujuan untuk menghitung persediaan secara fisik suatu produk dalam stock yang ada.

Selain menghitung stock yang ada, kegiatan laporan ini sangatlah penting terlebih dalam melakukan fungsi pengendalian Intern dengan baik.

Dengan adanya software akuntansi, laporan Stock Opname pun bisa berjalan dengan profesional karena umumnya software ini mengetahui kebenaran dalam laporan keuangan/pembukuan serta akan mendapatkan HPP pada setiap laporan keuangan yang disusun oleh akuntan.

0 komentar:

Poskan Komentar