Rss

Rabu, 20 November 2013

Fenomena Laut Terbelah Di Pulau Jindo, Korea Selatan



Bagi anda yang menyukai sejarah, pasti tahu tentang cerita dan kisah Nabi Musa yang mempunyai kekuatan untuk membelah lautan. Pada kisah tersebut Nabi Musa dikejar tentara Fir'aun yang berniat untuk membunuhnya, ketika ingin melarikan diri Nabi Musa pun terjebak dipesisir Laut Hitam. Maka dengan pertolongan Tuhan, Laut itu pun terbelah dan bisa dilalui oleh Musa.

Dari kisah tersebut bagi sebagian orang yang menyukai Program Akuntansi pastinya merasa bahwa hal tersebut sangatlah tidak mungkin terjadi, tetapi kenyataannya kisah tersebut ternyata menjadi kenyataan.

Sebuah fenomena unik terjadi di sebuah pulau bernama Jindo di negara Korea Selatan. Di daerah tersebut terdapat sebuah laut yang ketika sedang surut akan menampakan daratan yang bisa untuk dilewati. Selain itu, yang tidak kalah uniknya lagi ternyata daratan ini pun menguhubungkan antara Pulau Jindo dan Pulau Modo.

Fenomena ini sungguh unik, karena hampir menyerupai kisah dari Nabi Musa.


Daratan yang surut tersebut, bisa digunakan untuk menyebrang ke seberang pulau, waktu yang di butuhkan untuk menyebrang pun tidak membutuhkan waktu yang lama. Karena, jarak antara satu sama lain hanya berkisar 2,8 kilometer dengan lebar daratannya yang berkisar 60 meter. Dengan jalur yang lebar ini maka, setiap pantai ini surut akan selalu dipenuhi wisatawan baik lokal maupun Internasional.

Proses surutnya lautan tersebut hanya terjadi dua kali dalam satu tahun, maka dari itu bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi berjalan di tengah lautan, adakalanya mengunjungi tempat ini pada waktu yang telah ditetapkan.

Jalur penyebrangan di atas laut ini juga tak luput dari kisah dan legenda masyarakat setempat. Konon, pada zaman dahulu ada seorang pria yang sedang dikejar oleh seekor Harimau. Pria tersebut berniat untuk menyebrang pulau Modo, namun hal tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Terdapat sebuah hamparan lautan yang mengahalangi perjalanannya tersebut.

Tak ingin mati secara sia-sia, si pria itupun berdoa kepada Dewa Laut agar diberikan jalan untuk menghadapi permasalahan ini.

Keajaiban pun terjadi, lautan itupun menjadi terbelah. Sang pria itupun akhirnya bisa lolos dari kejaran Harimau dan pergi menyebrang ke Pulau Modo.

Sebagai bentuk kepercayaan masyarakat sekitar mengenai legenda tersebut, maka dibangunlah sebuah patung seorang manusia dan seekor harimau yang terletak di pulau Jindo.

0 komentar:

Poskan Komentar