Rss

Senin, 08 Juli 2013

Cokelat dan Soda Berpotensi Deteksi Kanker


Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia ini karena penyakit tersebut bisa menyebar dengan begitu cepat dia juga menyebabkan pertumbuhan siklus sel tak terkendali bahkan bisa menyerang jaringan biologis didekatnya. Seseorang yang terkena penyakit seperti ini akan menurun daya tahan tubuh mereka, hal tersebut dikarenakan adanya sebuah virus yang mampu menyerang sistem imun anda. Begitu ditakutinya penyakit ini, orang-orang pasti akan melakukan berbagai cara untuk mencegahnya agar tidak masuk ke dalam tubuh.


Baru-baru ini para dokter biasanya menggunakan scanner khusus seperti MRI untuk mendeteksi kanker, belum lama ini mengabarkan bahwa prosedur pendeteksian yang menggunakan alat-alat canggih tersebut bisa menyedot banyak sekali biaya sehingga sulit sekali dalam melakukannya. Tapi peneliti dari Inggris menemukan adanya makanan tertentu yang nantinya mampu dimanfaatkan untuk mendeteksi kanker sehingga tidak lagi mengeluarkan banyak biaya.

Mungkin anda penasaran makanan apa yang dimaksud kan? Makanan yang itu adalah cokelat, makanan yang sarat gula dan minuman bersoda. Peneliti menemukan sebuah teknik yang mampu mengidentifikasikan sebuah kanker hanya dengan mengamati bagaimana gula yang terkandung dalam makanan tadi yang diserap oleh tubuh.

Tim dari University College London juga mengetahui bahwa tumor ganas mengonsumsi lebih banyak gula daripada jaringan sehat dalam rangka mempercepat pertumbuhhannya, saat di-scan MRI pun melihat adanya tumor yang berbinar dengan terang saat setelah si empunya tumor baru saja mengkonsumsi makanan yang mengandung glukosa (gula sederhana).

Seorang peneliti bernama Profesor Mark Lythoge mengklaim bahwa dirinya tak menduga tumuan ini.  “Saya tak menyangka, hal ini bisa terjadi setelah si calon pasien memakan sebuah makanan manis dan minuman manis seperti jus buah. Kami mampu mendeteksi adanya kanker menggunakan jumlah gula yang sama dengan separuh gula yang terkandung dalam cokelat batangan berukuran standar” terang orang yang juga direktur Centre for Advanced Biomedical Imaging (CABI).

Menurut peneliti, pertumbuhan kanker itu sendiri mampu terdeteksi dengan scanner MRI setelah menggunakan tikus percobaan. Selain dengan menggunakan tikus untuk percobaan, para peneliti juga melakukan tes kepada sejumlah pasien kanker dengan tanda-tanda kesuksesan yang cukup signifikan.

Lebih lanjut Profesor Lythgoe, jika ingin mendeteksi kanker dengan melakukan metode ini pasien tak perlu disuntik seperti halnya pada metode deteksi kanker terbaru yang bernama Positron Emission Tomography (PET) karena kandungan gula yang ada pada makanan tersebut mampu diserap oleh tubuh dengan cepat, jadi seseorang yang takut akan jarum suntik bisa mencoba cara ini.

0 komentar:

Poskan Komentar