Rss

Kamis, 05 Juli 2012

Mau Belajar Investasi Real Estate?


Menggunakan uang orang lain atau menggunakan pembiayaan merupakan salah satu saja dari kemudahan yang bisa dimanfaatkan dakam berinvestasi ke property. Namun selain itu masih banyak keuntungan investasi di property yang membuatnya sangat menarik di bandingkan investasi lainya.Arus Kas, “Cash Flow“,
Arus kas adalah uang yang Anda terima secara rutin atas uang yang Anda tanamkan dalam suatu investasi. misalnya bunga tabungan dan deposito adalah arus kas karena memberikan pendapatan untuk Anda. Dalam property, uang sewa bisa menjadi pemasukan atau arus kas untuk Anda. Semakin banyak bangunan yang bisa Anda sewakan maka semakin besar pula arus kas Anda. Nilai kepemilikan Anda terhadap rumah tersebut meningkat.

Nilai kepemilikan atau hak Anda terhadap investasi property yang dibiayai dari konsep menggunakan uang orang lain tadi akan meningkat, jauh melebihi hutang atau kewajiban Anda. Hak kepemilikan seseorang dalam suatu investasi ini dikenal dengan istilah equity. Contohnya jika pembelian investasi property Anda sebesar Rp 100 juta, yang dibiayai oleh bank Rp 70 juta, sisanya yang Rp 30 juta memakai uang Anda sendiri. Maka hak kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp 100 juta tadi adalah sebesar Rp 30 juta atau 30%nya. Hak kepemilikan akan bertambah nilainya karena adanya pembayaran cicilan hutang yang mengurangi kewajiban. Selain itu hak kepemilikan Anda juga bertambah karena nilai propertinya naik. Nilai property Anda akan naik disebabkan inflasi yang membuat harga barang dan jasa mengalami kenaikan
termasuk property. Akibat inflasi ini bukan cuma nilai propertinya yang naik tetapi juga Anda mempunyai kesempatan untuk menaikkan arus kas atau pendapatan rutin Anda dengan cara menaikkan uang sewa rumah sejalan dengan inflasi tadi. Kenaikan nilai property ini bahkan bisa menaikkan kekuatan
meminjam Anda. Bank biasanya dengan senang hati memberikan pinjaman tambahan
berdasarkan kenaikan harga agunannya atau propertinya. Anda bisa mengunakan
uang ini untuk melunasi saldo hutang yang lama, dan sisa uang dari pinjaman
tersebut bisa masuk kantong Anda. Kemudian untuk cicilan pinjaman baru
sesuaikanlah dengan pemasukan uang sewa. Kesempatan untuk membangun bangunan yang lebih besar lagi, setelah Anda
berhasil melunasi hutangnya, Anda akan mempunyai lebih banyak uang untuk
dialokasikan, misalnya untuk membuat property yang sudah ada menjadi lebih
besar lagi. Banyak investasi property dimulai dari sebuah bangunan kecil,
tetapi karena ada pendapatan dari sewa yang bisa mencover cicilan hutang
bulanan, maka membuat propertinya menjadi bangunan lebih besar menjadi
sangat mungkin.

Sulitkah Mendapatkan Pinjaman Untuk Investasi Property?
Bagian paling sulit dari semua bisnis adalah mendapatkan uang untuk
membiayai bisnis tersebut. Orang bahkan masih sangat sulit untuk meminjam
kredit usaha dari bank untuk memulai usaha. Bank biasanya hanya mau
memberikan pinjaman hanya kepada bisnis yang sudah berjalan 2 tahun. Hal ini
tidak berlaku saat Anda mau meminjam uang ke bank untuk membeli rumah. Tidak
peduli apakah Anda baru membeli rumah untuk pertama kalinya atau untuk yang
kesekian kalinya, kredit rumah bisa diberikan oleh bank untuk pembelian
rumah yang ke berapapun. Selain itu dari sisi bank kredit rumah juga
dianggap sebagai jenis kredit yang risikonya paling rendah.
Sebab besarnya cicilan kredit rumah disesuaikan dengan penghasilan Anda,
dengan demkian bank berasumsi bahwa debiturnya sudah mempunyai penghasilan
yang stabil yang bisa digunakan untuk membayar cicilan bulanan. Kemudian
dilihat dari segi jaminanya yaitu bangunan itu sendiri, yang kita ketahui
terus mengalami kenaikan harga, maka tidak heran kalau jaminannya umumnya
bisa mengcover hutangnya.

Sekian kepada para pembaca yang ingin belajar investasi real estate! Terima Kasih! :D

0 komentar:

Poskan Komentar