Rss
Tampilkan postingan dengan label gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gizi. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Siapa Saja Yang Memerlukan Spirulina?


Padatnya aktivitas serta pekerjaan yang menuntut kita untuk selalu tampil fresh nampaknya akan sulit, kesibukan aktivitas membuat anda tidak sempat untuk melakukan olahraga secara rutin.

Hal tersebut bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, selain kurangnya olahraga pola hidup yang tidak sehat juga dapat membuat anda terserang penyakit.

Manfaat spirulina sangatlah diperlukan untuk kesehatan tubuh, spirulina memiliki kandungan seperti protein, klorofil, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dll.

Kandungan-kandungan yang sudah disebutkan tadi memiliki kandungan lebih banyak daripada aslinya, misalnya protein. Spirulina memiliki kandungan protein 4 kali lebih banyak daripada daging sapi.

Spirulina dibutuhkan untuk anda para wanita hamil, anak-anak, orang berjerawat, tekanan darah, wasir bahkan kencing manis sekalipun, anemia.


  1. Spirulina untuk wanita hamil, gizi yang diperlukan untuk calon bayi haruslah seimbang sehingga dapat membantu pertumbuhan janin. Selain itu sistem hormon serta kestabilan emosi juga sangat di pentingkan, vitamin B12 dan juga Asam Folat dapat mengurangi resiko bayi cacat.
  2. Anak-anak, gizi yang baik tentu akan membuat sang anak tumbuh lebih baik terutama pada sang balita. Pertumbuhan otak dan juga fisik sangatlah diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh sang anak.
  3. Percaya atau tidak spirulina dapat di konsumsi sebagai obat penyembuh atau pengatasi jerawat, hal tersebut terjadi karena klorofil yang terkandung dalam spirulina mampu membersihkan toksin serta darah kotor yang merupakan penyebab datangnya jerawat.
  4. Anemia, berbagai macam kandungan yang terdapat pada spirulina mampu untuk membentuk sel darah merah, terutama pada wanita saat sedang mengalami menstruasi yang banyak kehilangan darah. 

Rabu, 25 Juli 2012

Gambar-Gambar Kocak Obesitas VS Kurang Gizi



Di Indonesia banyak sekali anak yang mengalami Obesitas. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi negara kita karena harus menyerang anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Malnutrisi (kurang gizi) telah sejak lama menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling utama di negara-negara berkembang, tak terkecuali di Indonesia.

Namun perkembangan keuangan yang pesat dan meningkatnya standar hidup sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara yang mengalami perubahan nutrisi, dimana isu gizi ini tidak sekedar mencakup masalah kekurangan nutrisi pada anak tetapi juga obesitas anak.

"Pada negara-negara yang mengalami transisi nutrisi, kekurangan gizi dan nutrisi seperti zat besi, vitamin A dan zinc pada anak, terjadi bersamaan dengan kasus obesitas dan penyakit nutrisi kronis lainnya. Kami menamakan kondisi ini sebagai double burden," jelas Prof Ricardo Uauy, MD, PhD, profesor di bidang nutrisi dan kesehatan umum dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Universitas London, dalam acara konferensi pers 'Komitmen Bersama Institusi Kesehatan dan Pelaku Industri dalam Mengatasi Penyakit Degeneratif dan Double Burden di Indonesia' di Hotel Shangril-La, Jakarta.

Menurut Prof Ricardo, adanya perubahan pada pola makanan dan aktivitas fisik masyarakat menjadi penyebab utama kasus-kasus ini. Selama lebih dari 20 tahun terakhir, pola hidup di negara negara yang mengalami transisi nutrisi banyak dipengaruhi oleh globalisasi

Berbagai faktor seperti urbanisasi, perbaikan sanitasi, pengaruh berbagai kebijakan di bidang pertanian, kemudahan akses pada teknologi dan pengaruh pesatnya informasi dari televisi dan media massa juga turut memberikan perubahan yang signifikan pada sistem makanan dan pola konsumsi keluarga Indonesia.

"Indonesia kan negara agraris, petani ambil makanan dari ternak dan kebun sendiri. Kalau paceklik ya akibatnya gizi kurang dan lain-lain. Dengan adanya industrialisasi, orang desa pada pindah ke kota. Banyak kerjaan membuat banyak orang menjadi sibuk dan tidak sempat masak sendiri. Akhirnya beli makanan di luar, nah yang banyak dijual kan makanan western yang tinggi energi (kalori) tapi rendah gizi, jadilah obesitas," jelas DR dr Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A (K), Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Kurang gizi dan obesitas sama-sama menjadi masalah yang besar bagi Indonesia. Bagaimana tidak, anak-anak yang kini mengalami kurang gizi atau obesitas kelak akan menjadi penerus bangsa.

Malnutirisi pad anak dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu, tubuh pendek atau kurangnya kemampuan otak. Sedangkan obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko anak menderita diabetes, hipertensi, kolestrol yang tinggi, penyakit jantung dan stroke lebih dini.
     
"Negara menjadi tidak produktif bila masyarakatnya mati muda atau menjadi tidak produktif di usia muda," jelas Prof Ricardo.

Karena itu sekarang sudah banyak nutrisi dan multi vitamin yang beredar di pasaran yang di percaya dapat membantu memantain berat badan tubuh agar tidak ke gemukan atau pun terlalu kurus. Salah satu contoh dari multi vitaminnya adalah multi vitamin dari bahan spirulina.


Baca juga artikel lainnya di :